Sejumlah buku sejarah adaptasi dari karya tulis ilmiah yang pernah saya baca biasanya melecut otak untuk bekerja lebih keras dalam mencerna isinya. Seringkali perlu lebih dari sekali memamah informasi yang ada di dalamnya supaya betul-betul paham. Ini boleh jadi disebabkan teknis penulisan yang bikin tulisan tampak serius dan membosankan. Pengecualian layak disematkan bagi buku Gerwani…
Kategori: Ulasan
Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta: Siapa yang Menabur Angin, Akan Menuai Badai
Hutan bukanlah tanah kosong. Di dalamnya ada tali-temali kehidupan yang terajut secara harmonis. Jika satu simpul rusak, maka titik lainnya turut kena imbas. Manusia yang menjadikan hutan sebagai sumber kehidupan tahu betul bagaimana menjaga keseimbangan tersebut. Mereka tahu diri dalam urusan mengambil apa yang tersedia di alam. Biasanya, konflik meletus manakala muncul para pendatang niradab…
Untuk Negeriku: Bung Hatta dan Hal-hal Menggelitik di Sekitarnya
Negarawan sejati. Jenius. Kutu buku. Visioner. Seorang poliglot. Teladan soal integritas tak perlu diragukan lagi. Ihwal kepentingan rakyat, seperti tarikan napas dalam hidupnya. Bahkan, tempat “peristirahatan” terakhirnya membaur bersama rakyat. Ia enggan “dibaringkan” bersama barisan nisan di Taman Makam Pahlawan. Itulah yang ada di benak saya ketika mendengar sosok Mohammad Hatta, salah satu “bapak” pendiri…
Ronggeng Dukuh Paruk: Kisah Srintil dan Mereka yang Dituduh Simpatisan PKI
Srintil adalah seorang ronggeng dari Dukuh Paruk. Usianya sekitar 19 tahun pada 1964. Kehadirannya bak pelepas rindu penduduk Dukuh Paruk terhadap sosok ronggeng. Pasalnya, sudah 12 tahun ronggeng menghilang dari hiruk-pikuk duniawi Dukuh Paruk. Ronggeng adalah ruh bagi kehidupan Dukuh Paruk. Tanpa ronggeng, kehidupan seperti berjalan begitu lambat. Srintil membuat kehidupan Dukuh Paruk kembali bergairah….