Berbagi Cerita, Merawat Ingatan

Liburan ke Purwokerto: dari Semangkuk Sahoun hingga Sowan ke Rumah Ahmad Tohari

Perjlanan dimulai dari Stasiun Purwokerto

Purwokerto barangkali tidak seistimewa Jogja atau tidak sepopuler Semarang sebagai tempat tujuan wisata. Meski demikian, ada alasan tersendiri untuk menginjakkan kaki di ibu kota Kabupaten Bayumas itu.

Saya dan keluarga liburan ke Purwokerto pada 6-8 Februari 2026. Selama di Purwokerto kami menginap di Hotel Java Heritage.

Inilah ikhtisar tentang sebuah perjalanan menyenangkan, petualangan rasa, dan pertemuan dengan sang legenda sastra Indonesia: Ahmad Tohari.

Sahoun Pak Kartim: Kuliner Khas Purwokerto

Kalau kamu pencinta makanan berkuah, kuliner khas Purwokerto satu ini wajib dicoba. Awalnya, saya mengira makanan ini sejenis soto-sotoan. Ternyata sama sekali bukan. Malahan, saya sempat memesan seporsi nasi pula wkwk.

Sahoun ini terbuat dari campuran tepung beras dan tepung tapioka. Sekilas, sih, bentuknya mirip kwetiau, tapi ukurannya lebih besar. Potongan sahoun dicampur dengan suwiran ayam bagian dada, lalu disiram kuah bening. Tentu saja ada racikan penyedap rasa di dalamnya.

Sahoun Pak Kartim, kuliner khas Purwokerto.

Rasanya gurih. Kuahnya segar. Tekstur sahounnya kenyal. Tampilan sahoun ayam jadi lebih menawan karena ditabur potongan bawang daun. Semangkuk Sahoun Ayam Pak Kartim cocok untuk mengawali hari di Purwokerto.

Kedai Sahoun Pak Kartim buka mulai sekitar pukul 08.30. Harga seporsi sahoun Rp 14.000 saja. Di kedai ini tersedia juga aneka macam gorengan dan kerupuk. Kalau kamu tidak terbiasa sarapan dengan makanan berat, sebaiknya cukup memesan setengah porsi saja.

Menikmati Kesegaran Es Krim Brasil

Segar. Begitulah impresi ketika menyantap Es Krim Brasil di tengah cuaca terik Purwokerto. Rasa manisnya tidak terlalu dominan di lidah, tapi ini justru menjadi identitas es krim tersebut.

Es Krim Brasil sudah ada sejak 1968. Es krim dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet atau pewarna buatan.

Es Krim Brasil dengan berbagai variannya.

Es krim ini punya pilihan rasa seperti cokelat dan stroberi. Variannya pun beragam, mulai dari es kotak, es juice, es cone, es krim cup, es cake, es stik pelangi, es stik choco, es stik sari buah, hingga es krim ala gelato. Tiap varian tentu punya cita rasa tersendiri. Kalau berkunjung ke sini, kamu wajib nyoba varian es kotak.

Toko Es Krim Brasil mulai buka pada pukul 07.30. Harga es krim mulai dari Rp 1.500-Rp 25.000.

Pilihan Kuliner Malam di Mampir Pawon

Tempat makan ini menghadirkan suasana tradisional dengan konsep prasmanan. Kami datang ke sini pada malam hari berbarengan dengan turunnya hujan. Jadi bisa dibilang mestakung, lah, alias semesta mendukung. Saat perut lapar dan cuaca hujan, makan pun terasa lebih paripurna.

Menu makanan Mampir Pawon sangat beragam. Pilihan nasi, misalnya, ada nasi putih, nasi jeruk, nasi liwet, hingga nasi kebuli. Lauknya terdiri dari olahan daging ayam, ikan, dan daging sapi. Sayurnya pun bervariasi, mulai dari sayur berkuah hingga olahan sayur kering. Ada pula aneka oseng-osengan. Sementara minumannya mulai dari air mineral, teh, hingga berbagai varian es. Pokoknya masih banyak pilihan menu lainnya.

Rumah Makan Mampir Pawon cocok untuk menjadi pilihan tempat makan malam di Purwokerto.

Di sini tersedia berbagai macam pilihan sambal. Rekomendasi saya, sih, sambal bawang karena sensasi pedasnya kurang ajar di lidah dan bikin keringat bercucuran.

Harga makanan mulai dari Rp 7.000 saja. Mampir Pawon buka mulai dari pukul 08.00 hingga 22.00. Informasi lebih lengkapnya bisa dicek di Instagram @mampirpawon.

Beli Oleh-oleh di Toko Roti Legendaris Purwokerto

Roti GO sudah eksis sejak 1898 atau 128 tahun lalu! Roti GO dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet. Sekarang toko ini dikelola oleh generasi keempat.

Toko Roti GO merupakan toko roti legendaris di Purwokerto yang telah berusia lebih dari satu abad.

Sayangnya, saat kami datang, sejumlah varian roti yang paling banyak diburu pembeli telah habis. Kami cuma kebagian roti manis saja. Toko ini juga menyediakan berbagai macam aneka kue kering yang cocok dijadikan buah tangan. Harga roti mulai dari Rp 11.000-Rp 26.000.

Sowan ke Perpustakaan dan Rumah Sastra Ahmad Tohari

Inilah alasan utama kami liburan ke Purwokerto. Perpustakaan dan Rumah Sastra Ahmad Tohari terletak di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang. Berjarak 27 km dari pusat kota Purwokerto, waktu tempuh ke lokasi ini sekitar 45-60 menit menggunakan sepeda motor. Di perjalanan, kamu akan menemukan spot pemandangan memukau di tepian Sungai Serayu.

Pengunjung Perpustakaan dan Rumah Sastra Ahmad Tohari tidak dipungut biaya alias gratis. Di perpustakaan ini tersedia buku koleksi Ahmad Tohari maupun bacaan karya sastra dari penulis lainnya. Perpustakaan dan Rumah Sastra Ahmad Tohari juga kerap menyelenggarakan acara bedah buku.

Perpustakaan dan Rumah Sastra Ahmad Tohari berlokasi di Jatilawang, berjarak 37,5 km dari pusat kota Purwokerto.

Rumah Ahmad Tohari berada persis di samping perpustakaan. Jika beruntung, pengunjung bisa sekalian sowan kepada sastrawan sekaligus penulis novel Ronggeng Dukuh Paruk yang legendaris itu.

Jika ingin bertemu dengan Ahmad Tohari, sebaiknya kamu membuat janji terlebih dahulu. Caranya bisa menghubungi nomor kontak yang tertera di akun Instagram @perpus.ahmadtohari.

Museum Purbakala Bumiayu: Wisata Sejarah dekat Purwokerto

Museum Purbakala Bumiayu dapat menjadi destinasi alternatif karena lokasinya berada di luar Purwokerto, tepatnya di Brebes. Meski demikian, museum ini masih mudah dijangkau dari Purwokerto. Jarak dari pusat kota Purwokerto sekitar 37,5 km dan dapat ditempuh selama satu jam menggunakan sepeda motor.

Kalau tertarik dengan isu geologi, sejarah fosil hewan, dan fosil manusia purba, tempat ini akan memuaskan dahaga rasa penasaran kamu. Berkunjung ke museum mungil ini tidak dipungut biaya.

Museum Purbakala Bumiayu, Brebes, bisa menjadi alternatif destinasi disata di sekitar Purwokerto.

Kalau datang ke sini, pengunjung tidak hanya melihat koleksi fosil saja. Kamu juga bisa berdiskusi dengan pengelola museum yang baik hati.

Kamu juga bisa memberi dukungan bagi gerakan pelestari fosil purbakala ini dengan membeli kaus yang mereka produksi. Museum Purbakala Bumiayu juga kerap membuka open trip ke lokasi penemuan fosil. Informasi lebih lengkapnya, kamu bisa cek di akun Instagram @situsbumiayu.

Jadi, Kapan Mau Liburan ke Purwokerto?

Jika kamu mencari tempat wisata dengan gemerlap kehidupan perkotaan di Jawa Tengah, datanglah ke Kota Semarang. Atau kalau ingin berpetualang di alam, dataran tinggi Dieng adalah jawabannya.

Lalu kenapa kamu harus mencoba liburan ke Purwokerto?

Pemandangan Gunung Slamet Pagi Hari dari Pusat Kota Purwokerto.

Purwokerto itu, kalau boleh diibaratkan, seperti pasangan di ujung senja yang sedang menikmati hari tua dan terpisah jarak dengan si buah hati. Ketika sang buah hati dilanda gundah oleh penatnya kehidupan, mereka tak banyak tanya; cukup menyampaikan sebuah petuah saja:

“Datanglah sayang. Melambatlah sejenak di sini”

Exit mobile version